Polemik Liga Super, Agen Siap Ajukan Gugatan Hukum Jika Pemain Diberi Sanksi
Agen Gareth Bale, Jonathan Barnett, tidak segan-segan untuk mengambil langkah hukum kepada siapa pun pemberi sanksi kepada pemain di bawah benderanya terkait rencana menggulirkan Liga Super Eropa (ESL).
Bale saat ini berstatus pemain pinjaman Tottenham Hotspur dari Real Madrid. Kebetulan Tottenham dan Madrid merupakan dua dari 12 klub yang memberikan dukungan terhadap bergulirnya ESL.
Presiden UEFA Aleksander Ceferin belum lama ini menyatakan, klub yang terlibat di ESL akan dikeluarkan dari kompetisi resmi. Bukan itu saja, pemain dari masing-masing klub tidak diperkenankan memperkuat negaranya di Piala Eropa maupun Piala Dunia.
Pernyataan Ceferin ini mematik reaksi dari Barnett. Menurut Barnett, pemain menjadi korban dari perselisihan antara EFL, UEFA, dan FIFA. Apalagi pihak yang saling bertikai itu tidak melakukan pembicaraan dengan pemain maupun agennya terlebih dulu.
“Ini sangat memalukan. Hal pertama yang mereka bicarakan adalah melarang pemain [memperkuat tim nasional]. Perhatian utama saya adalah para pemain dan perwakilan mereka tidak diajak berkonsultasi tentang hal ini,” ujar Barnett kepada BBC.
“Tiba-tiba saja, orang-orang yang ada di FIFA, UEFA, mencoba untuk menjatuhkan sanksi kepada mereka. Satu-satunya pihak yang benar-benar akan menderita dalam bisnis ini adalah para pemain, dan itu sama sekali tidak dapat diterima.”
Barnett menambahkan, ia telah berbicara dengan asosiasi pemain profesional dunia (FIFPro) dan Uni Eropa tentang permasalahan ini. Karena itu, Barnett tidak segan mengajukan tuntutan hukum bila pemain terkena sanksi.
“Saya sudah bicara dengan FIFPro, persatuan pemain Eropa tentang masalah ini. Saya akan pastikan kami akan mengajukan tuntutan hukum untuk memperjuangkan hak pemain,” tegas Barnett.
Menurut Barnett, situasi ini akan menjadi lelucon, karena pemain nantinya akan melakoni pertandingan dengan dua aturan yang berbeda, bergantung kepada laga dan ajang yang mereka ikuti.
“Misalnya seorang pemain bermain di bawah aturan FIFA pada hari Sabtu, dan kemudian bermain dengan aturan lain (ESL) pada hari Rabu. Itu akan benar-benar konyol,” cetus Barnett.